RASA PULANG COFFE


setiap tegukan, terasa pulang


Tegukan Pertama

Awal yang sederhana, tentang rasa yang pelan-pelan dikenali dan tanpa disadari, mulai menetap.


Senyap Ditengah

Jeda yang tenang, saat tak banyak kata dibutuhkan, cukup kehadiran yang saling menenangkan.


Pulang Perlahan

Akhir yang lembut, bukan tentang pergi, melainkan kembali dengan rasa yang sudah dikenal.

Awal Yang menetap


Tidak semua hal datang dengan niat untuk tinggal. Ada yang hanya lewat, ada yang sekadar singgah. Namun ada pula yang hadir sederhana, tanpa janji, tanpa suara, lalu perlahan menjadi akrab.Tegukan pertama selalu jujur. Ia tidak berusaha memikat, hanya mengenalkan rasa apa adanya. Pahitnya, hangatnya, dan sisa yang tertinggal menemukan tempatnya sendiri.Seperti pertemuan yang tidak direncanakan, kopi ini hadir sebagai awal bukan untuk tergesa, melainkan untuk dikenang pelan-pelan.Karena beberapa hal tidak perlu ramai untuk menetap.

Senyap Ditengah


Di tengah perjalanan, tidak semua hal perlu dijelaskan. Ada fase ketika kata-kata menjadi berlebih, dan diam justru terasa cukup.Jeda ini tidak kosong. Ia dipenuhi kehadiran dan rasa yang saling memahami tanpa harus diminta.Kopi ini menemani senyap itu bukan untuk mengisi, melainkan menjaga agar tetap tenang.

Pulang Perlahan


Pulang tidak selalu tentang akhir. Ada yang memilih kembali perlahan, memberi waktu pada rasa untuk mengenali tempatnya.Bukan tentang cepat sampai, melainkan tentang ketenangan saat akhirnya berhenti.Kopi ini menutup perjalanan dengan hangat yang tinggal lebih lama,
seperti rasa yang akhirnya menemukan pulang.